Kebenaran Alkitabiah Tentang Natal Tuhan Yesus Kristus

Nats:

Lukas 1:26-31 (TB)  Dalam bulan yang keenam Allah menyuruh malaikat Gabriel pergi ke sebuah kota di Galilea bernama Nazaret, 
kepada seorang perawan yang bertunangan dengan seorang bernama Yusuf dari keluarga Daud; nama perawan itu Maria. 
Ketika malaikat itu masuk ke rumah Maria, ia berkata: “Salam, hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau.”
Maria terkejut mendengar perkataan itu, lalu bertanya di dalam hatinya, apakah arti salam itu. 
Kata malaikat itu kepadanya: “Jangan takut, hai Maria, sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah.
Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus.

Pendahuluan

Kita telah memasuki bulan Desember. Bulan dimana oleh mayoritas orang Kristen biasa rayakan atau peringati (terutama tepatnya tanggal 25 Desember) sebagai kelahiran (Natal) Tuhan Yesus Kristus ke dunia. Kata “Natal” berasal dari bahasa Latin yang berarti lahir.

Pada kesempatan kali ini, kita akan melihat dengan lebih jelas dan detil, “Bagaimana dan Apa yang Alkitab catat dan ajarkan mengenai peristiwa Natal Sang Juruselamat”.

Benarkah Ia lahir pada tanggal 25 Desember? Jika iya atau bukan, apa dasarnya? Bagaimanakah seharusnya sikap orang Kristen Alkitabiah menyikapinya? Dan banyak hal lainnya.

Sejarah Singkat Penetapan “Natal” 25 Desember

Sebelum Kaisar Roma bernama Konstantin naik takhta pada tahun 303 AD, belum tercatat dalam sejarah orang Kristen memperingati atau merayakan Natal. Kemudian, sekitar tahun 313 AD (berarti baru 10 tahun naik takhta), Konstantin mengeluarkan Edict of Milan yang intinya berisi perintah bahwa segala harta milik orang Kristen yang sempat dirampas, harus dikembalikan kepada pemiliknya semula. Ketika inilah, Konstantin terang-terangan memihak dan menjadi “orang Kristen”. Setelah itu, makin banyak orang berbondong-bondong mengikutinya untuk menjadi “Kristen”.

Di zaman Konstantin lah perayaan Natal dimulai pertama kali, yaitu ketika ia berhasil mengawinkan (menggabungkan) gereja dengan negara dan menjadi gereja yang universal (Katolik/Am). Salah satu sumber mengatakan bahwa peringatan Natal baru tercetus antara tahun 325 – 354 oleh Paus Liberius saat itu, yang ditetapkan tanggal 25 Desember. Bagaimanakah munculnya kesimpulan tanggal 25 Desember ini?

Encyclopedia The New Book of Knowledge, vol. 3, hal. 289, menyatakan bahwa tanggal 25 Desember adalah Winter Solstice. Dinyatakan bahwa:

“Desember 25 was the Winter Solstice, the time when saya begini to grow longer in the Northern Hemisphere. The sun-worshipping pagan had celebrated this day as the promise of spring.” (25 Desember adalah Winter Solstice, waktu dimana hari mulai lebih panjang di bumi belahan utara. Penyembah matahari merayakan hari ini sebagai janji musim semi)

Jadi, pada awalnya, yaitu saat Konstantin masih menganut Paganisme, ia, pendahulunya dan pengikutnya selalu merayakan hari kesetiaan Dewa Matahari kembali bersinar di benua Eropa setiap tanggal 25 Desember. Setelah ia menjadi “Kristen”, tanpa pertimbangan firman Tuhan (Alkitab) ia dan pengikutnya sepakat merubah hari dan momen tersebut menjadi hari Misa untuk Kristus (Christ-Mass).

Bahkan Tuhan Yesus disamakan dengan putra dewa matahari, yang mana ini tergambar pada lukisan-lukisan awal, di kepala ‘bayi Yesus’ terdapat semacam hologram yang bersinar seperti matahari.

Apa Kata Alkitab Tentang Kelahiran Yesus Kristus

Sejatinya, Tuhan Yesus memang pernah dilahirkan ke dunia ini, tetapi sama sekali bukan bulan Desember, apalagi tanggal 25. Lalu, saat kapankah dapat diperkirakan dengan pasti KelahiranNya menurut Alkitab?

Saya tampilkan kembali cuplikan nats kita:

Lukas 1:26 (TB)  Dalam bulan yang keenam Allah menyuruh malaikat Gabriel pergi ke sebuah kota di Galilea bernama Nazaret,

Perhatikan, dalam ayat diatas dan seterusnya, dinyatakan bahwa malaikat datang memberitahukan Maria bahwa ia akan mengandung Tuhan Yesus. Tentu, Gabriel sedang berbicara kepada Maria dalam konteks bulan bagi orang Yahudi.

Ketetapan bagi orang Israel, Tuhan mengatur bahwa bulan pertama mereka adalah pada saat peristiwa Paskah. Apa itu Paskah? Paskah berasal dari bahasa Ibrani yang artinya ‘Lewat’. Momen ini untuk mengingat peristiwa orang Israel berhasil keluar dari Mesir setelah Tuhan kirim malaikat maut ‘melewati’ mesir dan membunuh semua anak Sulung manusia maupun binatang pada tulah ke sepuluh.

Setelah mereka berhasil keluar dari Mesir, Allah umumkan bahwa peristiwa di bulan itu, menjadi bulan pertama bagi mereka (Orang Israel):

Keluaran 12:1-3 (TB)  Berfirmanlah TUHAN kepada Musa dan Harun di tanah Mesir: 
“Bulan inilah akan menjadi PERMULAAN segala bulan bagimu; itu akan menjadi bulan pertama bagimu tiap-tiap tahun.
Katakanlah kepada segenap jemaah Israel: Pada tanggal sepuluh bulan ini diambillah oleh masing-masing seekor anak domba, menurut kaum keluarga, seekor anak domba untuk tiap-tiap rumah tangga.

Jadi, saat PASKAH, yaitu bulan Nisan, adalah bulan pertama bagi orang Israel, turun temurun sejak zaman Harun dan Musa.

Kalau dikonversi (dicocokkan) ke kalender kita (internasional) saat ini, bulan pertamanya adalah antara sekitar bulan Maret-April.

Jadi, sebenarnya cukup mudah dan sederhana untuk memperkirakan dan mengetahui pada bulan apakah malaikat datang kepada Maria dan memberitahu bahwa ia akan mengandung seorang Putra dari Roh Kudus.

Jika bulan PERTAMA adalah sekitar Maret-April, maka bulan KEENAM berarti sekitar Agustus-September. Jadi bulan keenam di Kalender Yahudi sama dengan bulan Agustus-September di kalender kita hari ini.

Jadi, kapankah Yesus lahir? Karena tidak dikatakan bahwa kandungannya super atau tidak biasa, maka kita simpulkan bayi Yesua dikandung secara normal (biasa). Maka, sebagaimana biasa seorang wanita mengandung selama SEMBILAN BULAN, maka kelahiran Yesus dapat dipastikan terjadi sekitar bulan MEI-JUNI. Pembaca sekalian, menurut Alkitab Tuhan Yesus lahir di sekitar bulan Mei-Juni (akhir musim semi), bulan yang sangat cocok dan tempat dengan gambaran Alkitab selanjutnya.

Dua Fakta Penunjang

Alkitab mencatat ada dua peristiwa yang terjadi saat hampir dan bahkan saat Yesus lahir. Dua peristiwa itu adalah Pencatatan Sensus Penduduk di zaman Kaisar Agustus dan Ada sekumpulan Domba beserta Gembala di Padang pada malam Hari saat Tuhan Yesus lahir (Luk. 2:1-20).

Dua peristiwa tersebut sama-sama TIDAK MUNGKIN / MUSTAHIL terjadi pada bulan Desember (apalagi tanggal 25) yang mana di dataran Palestina (Betlehem) mengalami musim dingin, seringkali disertai salju dan suhu bisa berkisaran 0-5 derajat Celcius.

PERTAMA, sensus saat itu cukup primitif, yaitu setiap orang perlu pulang ke tempat kelahirannya untuk dicatat (sensus). Karena Maria dan Yusuf berasal dari Betlehem, maka mereka menempuh perjalanan kaki selama kurang lebih satu minggu dari Nazaret ke Betlehem. Kaisar Agustus yang masih sehat dan waras, mustahil mengadakan sensus ini di musim dingin, yang pastinya akan banyak membuat rakyatnya ‘mati’ ditengah jalan.

KEDUA, demikian dengan peristiwa sekumpulan domba di padang beserta Grmbalanya di malam hari. Mustahil ini terjadi di musim dingin. Sebaliknya jika ini terjadi di sekitar bulan Juni (memasuki awal musim panas) sangat masuk akal, sebab rerumputan hijau baru saja tumbuh (di awal-akhir musim semi) dan sangat ideal bagi para gembala menemani kawanan dombanya di padang rumput pada malam hari. Mengapa malam hari? Karena untuk menghindari sengatan matahari di siang hari.

Berbagai Ornamen Dalam Tradisi “Natal”

Kini, kita menyaksikan dengan jelas, ada beberapa hal atau simbol yang seringkali khas dengan perayaan “Natal” di masa kini, seperti “pohon Natal” dan berbagai ornamennya, tokoh Sinter klas, rusa salju, Snow doll, dll. Darimana itu berasal? Tentu, bukan dari Alkitab.

“Pohon Natal” adalah tradisi yang dimulai di Jerman. Pohon ini disebut “evergreen” dan biasa dipakai sebagai hiasan rumah di musim dingin oleh masyarakat Jerman sebagai lambang ‘keabadian’ sebab pohon ini tidak gugur (mati) walaupun musim dingin bersalju.

Sumber lain mengatakan bahwa pohon ini sudah adq dalam tradisi penyembahan berhala zaman Babel. H.W. Armstrong dalam bukunya The Plain Truth About Christmas, Worldwide Church of God, California USA, 1994, menjelaskan:

Nimrod cucu Ham. Anak Nuh adalah pendiri sistem kehidupan masyarakat Babilonia kuno. Nama Nimrod dalam bahasa Hebrew (Ibrani) berasal dari kota “Marad” yang artinya: “Dia membangkang atau Murtad” antara lain dengan keberaniannya mengawini ibu kandungnya sendiri bernama “Semiramis”.

Namun usia Nimrod tidak sepanjang ibu sekaligus istrinya. Maka setelah Nimrod mati Semiramis menyebarkan ajaran, bahwa roh Nimrod tetap hidup selamanya, walaupun jasadnya telah mati. Maka dibuatlah olehnya perumpamaan pohon “Evergreen” yang tumbuh dari sebatang kayu mati.

Maka untuk memperingati kelahirannya dinyatakan bahwa Nimrod selalu hadir di pohon Evergreen dan meninggalkan bingkisan yang digantungkan di ranting-ranting pohon itu.

Lebih lanjut Semiramis dianggap sebagai “Ratu Sorga” (Yer. 7:14, 44:17-18) oleh rakyat Babilonia, kemudian Nimrod dipuja sebagai “Putra Kudus dari Sorga”.

Mengenai “pohon” ini adalah baik jika kita tidak memasangnya dirumah, sebab Alkitab mengatakan:

Yeremia 10:2-4:

“Beginilah firman Tuhan: “Janganlah biasakan dirimu dengan tingkah langkah bangsa-bangsa, janganlah gentar terhadap tanda-tanda di langit, sekalipun bangsa-bangsa gentar terhadapnya. Sebab yang disegani bangsa-bangsa adalah kesia-siaan. Bukankah berhala itu POHON KAYU yang ditebang orang dari hutan, yang dikerjakan dengan pahat oleh tangan tukang kayu? Orang memperindahnya dengan emas dan perak, orang memperkuatnya dengan paku dan palu supaya jangan goyang.”

Tokoh “Sinter klas” lebih kacau lagi dan sebenarnya sangat berbahaya bagi orang Kristen. Tokoh ini hanyalah cerita yang dibesar-besarkan. Mulanya figur Santa Claus tidak ada dalam perayaan Natal, namun pada abad ke-11, Santo Nikholas, menurut legenda adalah seorang uskup yang baik dan suka membagi-bagikan hadiah pada anak-anak pada malam tgl 5 Desember. Legenda ini diadopsi di Belanda sebagai “Sinter Klass” yang dirayakan pada tanggal 5 Desember, dan kemudian di Amerika berubah menjadi figur Santa Claus, yg pada malam Natal menaiki kereta salju penuh dengan hadiah, ditarik oleh 8 ekor rusa kutub. Santa Claus lalu terbang menembus awan untuk mengantarkan hadiah-hadiah kepada anak-anak di seluruh dunia.

Di Amerika dan Eropa, anak-anak sejak kecil sudah dicekoki dengan kesesqtan untuk berdoa kepada Sinter Klas di “Malam Natal” supaya kirim hadiah kesukaannya.

Sesungguhnya, tokoh ini telah menjadi alat iblis untuk menggantikan sosok Tuhan Yesus. Dalam Wahyu 1 ayat 14-15 dikatakan bahwa Tuhan Yesus berambut putih metah, dan bersuara seperti desau air bah “ho..ho..ho..” dan gambaran ini ditiru oleh sinter klas.

Sikap Orang Kristen Alkitabiah

Dalam Alkitab tidak ada perintah untuk memperingati kelahiran-Nya, oleh karena itu Tuhan sengaja tidak memberitahu tanggal pastinya, melainkan hanya indikasi bulannya saja. Juga tidak ada larangan untuk merayakannya.

Namun, ada beberapa hal yang wajib diperhatikan oleh orang Kristen:

1. Tuhan Hanya menyuruh kita memperingati hari kematian-Nya, yaitu pada momen PERJAMUAN TUHAN di tiap-tiap Jemaat Lokal (1 Kor. 10:21, 11:20)

2. Dalam Alkitab tercatat hanya tokoh-tokoh yang negatif, yang hari kelahirannya dirayakan, misal Firaun dan Herodes. Memang adalah kebiasaan raja-raja dulu yang meminta diri diagungkan secara berlebihan untuk perayaan hari kelahirannya dan dilakukan secara sangat mewah, meriah dan penuh pesta pora kedagingan. Masa kini, banyak orang Kristen telah salah juga dengan memperingati “Natal” secara hedonis.

3. Karena tidak ada perintah dan sekaligus larangan untuk memperingati kelahiran-Nya, maka orang Kristen Alkutabiah yang mengasihi Tuhan dan berhikmat, hanya ada dua pilihan:

  A. Memperingati Natal dengan sederhana (tanpa ada unsur hedonisme, sekulerisme, dosa/kedagingan) sebagai ucapan syukur Tuhan telah menunjukkan kasihNya dengab datang sebagai manusia hina demi menanggung konsekuensi hukuman dosa dunia, termasuk saya.

Dan silahkan memperingati, tetapi jangan di bulan Desember, apalagi tanggal 25, sebab sejarah membuktikan itu tradisi berhala yang dibawa masuk ke Gereja karena kesesatan sebagian “orang Kristen” waktu itu. Kita, sebagai orang Kristeb Alkitabiah, tentu bertekad mempertahankan yang benar (Alkitabiah) dan memperbaiki yang salah.

Jika semakin banyak orang Kristen mengerti hak ini dan berjuang bagi kebenaran Allah, maka hal yang salah (tradisi dll) akab semakin ditinggalkan dan yang benar akan semakin menonjol. Sebaliknya, jija mayorutas orang Kristen tidak mengasihi kebenaran (2 Tes. 2:10) maka sudah tahu salah masih tetap dilakukan, dan trntu dengan dalih sana-sini yang intinya adalah kepuasan kedagingan dan manusiawinya.

Jadi, jika masih ingin memperingati “Natal” Kristus Yesus, maka lakukanlah secara Alkitabiah, yaitu di Bulan Musim Panas (antara Mei-Juni-Juli), jangan di bulan Desember, apalagi tanggal 25.

  B. Pilihan kedua tentu adalah tidak memperingati sama sekali. Ini juga sangat baik. Lebih baik tidak memperingati Natal daripada memperingati dengan cara yang salah.

Kami, orang Kristen Alkitabiah (GBIA) masing-masing menjalankan dua pilihan diatas. Kami bukan merayakan tetapi memperingati Natal Tuhan Yesus. Dan ketika memperingati kelahiranNya, kami lakukan di sekitar bulan musim panas (biasanya Juni-Juli). Ada juga yang memilih tidak memperingatinya.

Apakah kami aneh? Sama sejali tidak! Kami hanya ingin menjadi orang Kristen Alkitabiah, dan menyenangkan hati Tuhan, bukan hati manusiawi kami dan manusia fana lainnya.

Kesimpulan Penutup

Marilah kita menjadi pelaku Firman, yaitu pelaksana Kebenaran Alkitab. Marilah menjadi Orang Kristen yang berani berjuang, membayar harga demi kebenaran Allah atas hal-hal fana di dunia ini, termasuk keegoisan diri kita.

Sesungguhnya, kasih Tuhan amat besar bagi orang yang Percaya kepadaNya, maka tidak ada hal yang “terlalu besar” untuk kita lakukan bagi kemuliaanNya.

Pahlawan iman adalah orang yang berdiri teguh atas iman pada pengajaran yang Alkitabiah tanpa KOMPROMI sekalipun dianiaya sampai nafas terakhirnya (Dr. Suhento Liauw).

Mari, menjadi pelaku Firman dan berjuang bagi kebenaran, Tuhan memberkati dan menyerati anak-anakNya yang mengasihiNya. Maranataha!

Diterbitkan oleh smirnaministry

Smirna Independent Biblical Baptist Church We Have Been in Semarang City Since 2018.

Tinggalkan komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web Anda di WordPress.com
Mulai
%d blogger menyukai ini: