Bait Suci Ketiga SEGERA Dibangun, Maranata!

Nas

Wahyu 11:1-2 (TB)  Kemudian diberikanlah kepadaku sebatang buluh, seperti tongkat pengukur rupanya, dengan kata-kata yang berikut: “Bangunlah dan ukurlah Bait Suci Allah dan mezbah dan mereka yang beribadah di dalamnya.
Tetapi kecualikan pelataran Bait Suci yang di sebelah luar, janganlah engkau mengukurnya, karena ia telah diberikan kepada bangsa-bangsa lain dan mereka akan menginjak-injak Kota Suci empat puluh dua bulan lamanya.” 

Wahyu 13:8, 14, 16-17 (TB)  Dan semua orang yang diam di atas bumi akan menyembahnya, yaitu setiap orang yang namanya tidak tertulis sejak dunia dijadikan di dalam kitab kehidupan dari Anak Domba, yang telah disembelih.
Ia menyesatkan mereka yang diam di bumi dengan tanda-tanda, yang telah diberikan kepadanya untuk dilakukannya di depan mata binatang itu. Dan ia menyuruh mereka yang diam di bumi, supaya mereka mendirikan patung untuk menghormati binatang yang luka oleh pedang, namun yang tetap hidup itu.
Dan ia menyebabkan, sehingga kepada semua orang, kecil atau besar, kaya atau miskin, merdeka atau hamba, diberi tanda pada tangan kanannya atau pada dahinya,
dan tidak seorang pun yang dapat membeli atau menjual selain dari pada mereka yang memakai tanda itu, yaitu nama binatang itu atau bilangan namanya.

1]. Pendahuluan

Alkitab adalah satu-satunya firman tertulis yang berasal dari Khalik langit dan bumi. Di dalam Alkitab kita bisa mendapatkan pengetahuan tentang Allah yang benar, tentang sifat-sifatNya.

Salah satu bukti utama bahwa Alkitab adalah satu-satunya firman Sang Pencipta karena terdapat sifat Allah Pencipta yang mahatahu. (Selain sifat-Nya yang mahatahu ada sifat-sifat lainnya. Pembaca bisa mendapatkan pemaparannya pada tulisan penulis berjudul “Bukti Alkitab Satu-Satunya Firman Allah”).

Ketika ada Sang Pencipta yang mahatahu berfirman, maka firman-Nya itu haruslah yang paling jelas, detil, banyak dan terbukti memberitahukan hal-hal yang JAUH di belakang (masa lalu) dan yang JAUH di depan (masa kemudian).

Hanya di Alkitab yang paling terbukti dan detil memberitahukan kedua hal ini.

  a). Hal-hal di masa lalu

Bumi ini diciptakan Sang Pencipta dalam 6 hari, dan pada hari ketujuh Ia “beristirahat” . Sepanjang zaman, dijadikan pola dalam kehidupan manusia. Satu pekan = 7 hari dan diambil satu hari sebagai hari libur (istirahat).

Walau agak berbeda (di Israel hari sabtu, negara2 Arab hari Jumat, Internasional hari minggu) tetapi penerapan konsepnya sama, terpola dari Sang Pencipta.

Alkitab dengan gamblang juga mencatatkan bagimana lstar belakang terjadinya perbedaan suku, bahasa, dan bangsa umat manusia di dunia (Kejadian pasal 5, air bah Nuh dan peristiwa menara babel). Tidak ada kitab lain yang lebih detil dan jelas dalam penjabaran kehidupan awal alam semesta ini selain Alkitab.

  b). Hal-hal masa depan yang TELAH dan AKAN tergenapi (terjadi)

Ada banyak sekali penggenapan nubuat Alkitab yang terjadi, tercatat dalam bagian Alkitab itu sendiri dan bahkan dikonfirmasi oleh catatan-catatan sejarah sekuler. Untuk mengerti hal ini kita harus tahu bahwa Alkitab terdiri dari dua bagian besar, yaitu kitab Perjanjian Lama (PL), dan kitab Perjanjian Baru (PB).

Kitab PL ditulis dari tahun 1.500 BC sampai 400 BC, sedangkan kitab PB ditulis antara tahun 35 AD sampai tahun 98 AD (mengenai tahun penulisan ini sudah dikonfirmasi benar dalam banyak penemuan arkeologi, jadi bukan sembarang angka). Jadi, kitab PL telah selesai 400 tahun sebelum Yesus lahir, sedangkan kitab PB ditulis sesudah Yesus kembali ke Sorga.

  + Mesias. Dr. Herbert Lockyer mendaftar kurang lebih tiga ratus (300) hal tentang Sang Juruselamat atau Sang Mesias, yang telah ditulis dalam kitab Perjanjian Lama (PL) ratusan bahkan ribuan tahun sebelum kedatanganNya. Diantaranya: Lahir di kota Betlehem, keturunan Daud, dijual seharga 30 keping perak, lahir oleh perempuan perawan, memasuki kota Yerusalem menunggang keledai muda.

  + Menubuatkan bahwa Koresh akan membawa orang Israel kembali dari pembuangan Babel. Tergenapi +- 200 tahun kemudian dalam Alkitab sendiri maupun penemuan sejarah dan arkeologi (Yes. 44:28, 45:1 bnd. Ezra 1:1).

   + Yesus berkata bahwa Bait Allah akan hancur (Mat. 24:2), Ia dikecam. Namun pada tahun 70 AD, 30-an tahun kemudian sesudah pengucapanNya, Bait Allah benar2 dihancurkan Jenderal Titus dari Roma.

   + Terkahir, yang membuat pusat perhatian dunia adalah apa yang terjadi dengan bangsa Israel.

PERTAMA, mengenai eksistensi bangsa Israel. Para Nabi di PL mencatat perkataan Tuhan bahwa mereka (Israel) di suatu waktu akan dibuat tercerai berai dari tanah pusaka mereka (Palestina) dan wilayah mereka akan direbut bangsa lain tetapi Tuhan akan mengumpulkan mereka kembali.

Mulai tahun 70 AD ketika bait suci dihancurkan, Israel mulai terserak ke berbagai bangsa. Tetapi tahun 1948 mereka kembali menjadi suatu bangsa (Yeh. 36:4-24, 7:1-11; Yesaya 11:12; Yeremia 31:10; Zef. 3:20).

KEDUA, Yerusalem akan menjadi pasu dan membuat pening segala bangsa di bumi (Zak. 12:2-3). Segala bangsa di bumi membenci mereka.

KETIGA, dalam nas kita diatas, wahyu 11 dengan gamblang menuliskan di masa yang akan datang, bait suci umat Israel AKAN dibangun. Seberapa dekat peristiwa ini akan terjadi?

2]. Sebelum Bait Suci Dibangun, Terjadi Pengangkatan (Rapture)

Berdasarkan kesimpulan dari seluruh ayat Alkitab, kita menyimpulkan kronologis yang akan terjadi di kemudian hari:

  a). Kedatangan Kristus yang kedua. Hal ini terjadi dalam dua fase (tahap) yaitu Kedatangan di angkasa (awan) yang sering disebut pengangkatan (rapture) dan kedatanganNya sebagai Raja.

  b). Diantara 2 fase kedatangan Tuhan itu ADA peristiwa 7 tahun kesusahan besar (tribulasi) di bumi.

Artinya, sebelum bait suci dibangun, AKAN terjadi peristiwa “mengejutkan” terlebih dahulu yaitu PENGANGKATAN (Rapture).

Apa dan bagaimana hal itu terjadi? Berikut pemaparan sederhananya.

1}. Kedatangan Tuhan di Awan (Rapture)

Sebelum kedatangan Yesus Kristus sebagai Raja, terlebih dahulu terjadi fase kedatangan-Nya di angkasa mengangkat (dalam sekejap mata) orang-orang percaya pada masa ‘Perjanjian Baru’ baik yang sudah mati maupun yang masih hidup saat itu (1 Tes. 4:13-17; 1 Korintus 15). Mengapa hanya orang-orang percaya P.B. yang dibangkitkan saat rapture? Indikasinya adalah pada klausa “yang mati dalam Kristus”.

Alkitab mencatat cukup jelas penggambaran akan peristiwa ini dalam 1 Tesalonika 4 dan 1 Korintus 15. Latar belakang penulisan surat Paulus kepada Jemaat di Tesalonika adalah memberitahukan dengan jelas apa yang akan dialami dengan orang-orang percaya yang sudah meninggal ketika Tuhan datang kembali kelak.

Sementara surat Paulus kepada Jemaat Korintus untuk memberitahukan suatu rahasia yang akan dialami oleh sebagian orang percaya yang masih hidup ketika Tuhan datang (Ay. 51-53).

Berikut adalah penggambaran akan fase pengangkatan:

+ Kristus datang di angkasa menjemput orang-orang kudus-Nya (1 Tes. 4:16,17).

+ Hal ini adalah suatu rahasia yang tersembunyi pada zaman P.L. dan berlangsung dalam sekejap mata (1 Kor. 15:51-52).

+ Didahului kebangkitan orang-orang yang mati dalam Tuhan (umat P.B. – 1 Tes. 4:16-17).

+ Tidak ada satu orang pun yang tahu kapan waktu pastinya kecuali Allah sendiri (Kis.1:7; Mat.24:36).

2}. Masa Peristiwa Kesusahan Besar

Fase pengangkatan ini adalah sebagai peristiwa mulainya masa kesusahan besar yang akan menimpa orang yahudi di bumi (Zak. 12:1-3; sering disebut masa kesusahan Yakub – Yer. 30:7) karena kedegilan hati mereka yang tidak mau bertobat.

Sesuai nubuatan Daniel, masa kesusahan itu akan berlangsung selama 7 tahun (Dan. 9:24-27). Kesusahan besar itu juga akan menimpa bangsa-bangsa lain juga yang selama di bumi yaitu sebelum peristiwa pengangkatan, tidak diselamatkan (bertobat dan percaya kepada Tuhan Yesus). Sebagian dari mereka kelak akan bertobat oleh pelayanan 144.000 saksi di masa itu (Wah. 7:4-14).

Dalam Matius pasal 24 menjelaskan secara terpirinci akan 3 fase masa “kesusahan Yakub” itu: permulaan, pertengahan, dan akhir masa kesusahan. Masa itu disebut juga sebagai masa “siksaan” (Mat. 24:21,29).

Kata “siksaan” berasal dari kata latin tribulum, suatu alat pertanian yang digunakan untuk memisahkan jagung dari kulit arinya. Karena akar kata itu, masa kesusahan ini kemudian dikenal sebagai masa “tribulasi”.

  A). Permulaan masa kesusahan besar (Mat.24:4-14)

Hal yang paling pertama diucapkan Tuhan Yesus adalah mengenai munculnya berbagai penyesat (Ay.4-5). Penyesat yang dimaksud tentu adalah Antikristus dan anak buahnya. Sangat disayangkan banyak orang Israel saat itu akan menerimanya bahkan menganggapnya sebagai penolong besar (Yoh. 5:43).

Selanjutnya, akan timbul berbagai kekacauan, perang, bencana kelaparan, wabah penyakit di seluruh dunia (Ay. 6-13). Injil akan tersebar ke seluruh dunia melalui kesaksian 144.000 Yahudi yang dimeteraikan Allah (Ay.14). Mereka terdiri atas 12.000 hamba Allah yang sah dan sudah diselamatkan dari setiap suku Israel yang berjumlah dua belas (Why 7).

Sangat mungkin mereka akan menyelamatkan berbagai bangsa di masa itu, tetapi nampaknya kebanyakan mereka akan mengalami kesusahan dan penganiayaan (Ay. 9). Di masa awal-awal kesusahan Antikristus akan mengadakan perjanjian “damai semu” yang berat bagi banyak orang (Israel). Tetapi setelah menjalani setengah masa itu ia akan melanggar janjinya dan melarang Israel memberikan kurban-kurban persembahan kepada Allah (Dan. 9:27).

   B). Pertengahan masa kesusahan (Mat. 24:15-22)

Pada periode ini, nubuatan Daniel 9:24-27 akan terjadi. Nubuatan ini hanya akan menimpa orang-orang Yahudi (Ay. 24). Antikristus bertindak seolah-olah berpihak pada Israel di masa awal kesusahan.

Ia mengizinkan mereka membangun kembali Bait Allah dan berjanji untuk melindungi bangsa Israel dari musuh-musuh mereka. Tetapi setelah 3,5 tahun ia melanggar kesepakatan itu dengan memasuki Bait Allah orang Yahudi, menyatakan diri sebagai Allah, dan menuntut untuk disembah (2 Tes. 2:3-4, Why. 13).

   C). Akhir masa kesusahan (Mat. 24:23-44)

Setelah masa 3,5 tahun ke atas, Antikristus mulai mengendalikan dunia dan memaksa manusia menyembahnya. Israel merasa dihianati dan tidak mau menyembahnya sehingga mengalami penganiayaan besar.

Hampir seluruh dunia di bawah pimpinan Antikristus, akan berperang melawan Israel di harmagedon (Zak. 12&14). Bahkan di akhir masa 7 tahun itu, Antikristus akan bersatu melawan Yesus yang datang dengan menunggang kuda putih bersama tentara kudus-Nya (Why. 19:11-19).

Israel akan terjepit. Tetapi kemudian mereka bertobat secara massal dan mengakui Yesus sebagai Mesias (Luk. 13:35). Pada saat itulah Tuhan akan datang kembali, berpijak di bukit Zaitun (Zak. 14:4), membasmi pasukan Antikristus, dan mendirikan kerajaan-Nya di bumi selama 1000 tahun (Why. 20:1-5).

Perlu diketahui bahwa pergerakan-pergerakan Antikristus saat ini tidak begitu terlihat (walaupun dapat dideteksi). Hal itu dikarenakan ada kuasa yang menahan Antikristus untuk bertindak (2 Tes.2:6).

Penafsiran yang tepat terhadap perikop tersebut adalah orang-orang percaya PB/ Jemaat lokal. Karena di dalam diri mereka ada Roh Kudus (Ef. 1:13). Ketika orang-orang percaya PB / Jemaat lokal diangkat (rapture) maka tidak ada lagi orang benar/kudus di dunia. Saat itulah tidak ada yang menghalangi karya Iblis melalui Antikristus.

Fase kedatangan di awan bisa dilihat sebagai waktu yang tidak dapat diketahui oleh siapapun kecuali Allah sendiri (Kis.1:7, Mat.24:36). Alkitab memakai berbagai penggambaran mengenai hal ini. Misalnya: pencuri di malam hari (Mat. 24:42-44, 1 Tes.5:4) dan zaman Nuh (Mat. 24:36-42). Oleh karena itulah setiap orang percaya PB diperingatkan untuk tetap berjaga-jaga menantikan Tuhan (1 Tes. 5:1-5).

3}. Kedatangan-NYA Sebagai Raja

Fase kedatangan-Nya ke dunia sebagai Raja akan mengakhiri peristiwa masa kesusahan besar (tribulasi). Hal itu berarti tepat 7 tahun pasca pengangkatan (rapture).

Berikut akan memperjelas mengenai gambaran akan fase ini:

+ Ia datang ke bumi tepat di atas bukit Zaitun yang terbelah dua (Zak. 14:4).

+ Didahului dengan tanda-tanda di langit (Mat. 24:29,30, Wahyu 6,8,9,11,13, Yoel 2) sebelum datang bersama orang-orang kudus-Nya (1 Tes. 3:13, Yudas 14).

+ Hal ini bukan rahasia lagi karena sudah disinggung dalam banyak nubuatan PL (Mzm. 72, Yes. 11, Zak. 14).

+ Penekanan utama fase ini adalah penghukuman (2 Tes. 2:8-12, Yoel 1:15).

+ Penyataan ini meliputi seluruh bangsa, terutama Israel (Mat. 24:2, 25:46).

+ Fase kedatangan Sang Raja Damai ini mengakhiri kesusahan besar di bumi yang dialami anak-anak-Nya terutama bangsa Yahudi. Zakharia menubuatkan bahwa lokasi kedatangan-Nya berada di bukit Zaitun (14:4).

+ Saat ia berpijak akan terjadi gempa bumi yang dahsyat sehingga bukit itu terbelah 2 bagian. Satu ke arah selatan dan lainnya ke utara sehingga menjadi lembah diantara keduanya. Nabi Yoel mengkonfirmasi bahwa lembah itu bernama “lembah Yosafat” (Yoel 3:2-12).

+ Di bukit ini juga terjadi peristiwa kenaikan Yesus ke Surga yang disaksikan murid-murid-Nya (Kis.1:12). Tidak heran Kitab Suci menegaskan bahwa Yesus akan datang pada saat yang sama (Kis.1:11).

+ Di lembah itulah bangsa Israel akan diserbu oleh seluruh bangsa di muka bumi ini pada akhir masa kesusahan besar. Israel akan berseru-seru kepada Mesias (Yoel 3:16). Tuhan Yesus sendiri yang akan turun bersama para kudus-Nya menolong Israel yang sedang terjepit (Yudas 14; Wah. 19:11-16). Kedatangan-Nya akan disaksikan oleh semua bangsa di bumi yang dipimpin oleh antikristus sambil meratap akan kemuliaan-Nya (Mat. 24:30).

3]. Berbagai Fakta Persiapan untuk pembangunan Bait Suci Ketiga Bergerak Cepat dan Penuh

Fakta 1: Pelatihan para calon imam bait suci

Berikut ini disadur dari “School for Temple Priests,” Israel Today, 11 Agustus 2016: “Temple Institute telah mengumumkan pembukaan sebuah sekolah untuk melatih para keturunan Suku Lewi untuk mengantisipasi kembalinya pelayanan mereka di Bait Ketiga. ‘Kami sangat senang untuk mengumumkan langkah baru menuju restorasi pelayanan Bait Suci ini. Kami memanggil, pertama-tama dan terutama, kepada para Kohanim

[imam-imam Lewi]

di seluruh dunia untuk mendukung proyek spesial ini, yang menandakan kembalinya mereka kepada hak kelahiran mereka,’ demikian bunyi sebuah pernyataan dari direktur Temple Institute, Rabbi Chaim Richman.

Dalam sebuah komentar yang lain, Rabbi Richman menandai bahwa ‘persiapan untuk Bait bukan lagi hanya mimpi, ini adalah realita, dan semua orang bisa ambil bagian di dalamnya.

Tahun ini (2016) sudah banyak aktivitas yang dilakukan berkenaan dengan Bait Suci: Temple Institute sudah membuka pendaftaran kohanim (imam-imam); mendirikan sekolah untuk mengedukasi orang-orang dari golongan imam tentang hal-hal mendetail pelayanan Bait Suci; dan dijalankannya kembali seluruh hari raya-hari raya, termasuk kurban-kurban Paskah yang sangat khusus.

Rabbi Hillel Weiss, juru bicara Sanhedrin baru, menjelaskan perlunya pemilihan seorang Imam Besar, meskipun tanpa keberadaan Bait Suci.

“Kita tidak membutuhkan peristiwa mujizat seperti kemunculan Bait Suci secara tiba-tiba turun dari surga ke Bukit Bait Suci untuk melaksanakan keputusan ini,” kata Rabbi Weiss. “Satu-satunya rintangan yang menghalangi pelayanan Bait Suci sekarang ini adalah masalah politik. Jika itu tiba-tiba berubah, dan itu sangat mungkin, kita diharuskan memulai pelayanan Bait Suci sesegera mungkin. Karena itu diperlukan bahwa kita sudah punya seorang kandidat yang dipersiapkan untuk mengisi jabatan Imam Besar, khususnya sekarang ini dimana kita telah mempersiapkan kohanim untuk pelayanan di Bait Suci.”

Fakta 2: Pada 2016, Breaking News Israel melaporkan bahwa komunitas Nascent Sanhedrin menulis surat kepada Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden AS Donald Trump untuk bergabung dan memenuhi peran mereka berdasarkan Alkitab dengan membangun kembali Bait Suci Yahudi di Yerusalem.

Fakta 3: Sebuah laporan di majalah “Israel Today”, bulan ini (desember 2018) mengatakan, “Persiapan untuk Bait Ketiga bergerak penuh.” Selama Hari Raya Pondok Daun (Sukkot), orang-orang Lewi dalam jubah putih menimba air dari Kolam Siloam kuno, untuk melakukan tradisi Talmud “Penuangan Air.”

Seremoni ini disebut “Simchat Beit HaShoeva” (“Bersukacita pada tempat penimbaan air”) dan mereka dasarkan pada nubuat di Yesaya 12:3, “Maka kamu akan menimba air dengan kegirangan dari mata air keselamatan.”

Tanggapan:

Tetapi ada konteks perikop ayat tersebut yang diabaikan oleh para penafsiran Talmud itu, yaitu pertobatan Israel dan pendirian kerajaan Kristus. Perikop ini AKAN digenapi ketika Israel bisa benar-benar mengatakan, “Allah itu keselamatanku” (Yes. 12:2). Pada hari itu, nama TUHAN akan “diketahui di seluruh bumi” (Yes. 12:5).

Artinya, pembangunan bait suci tidak akan terjadi dulu sebelum mereka dikhianati oleh mesias palsu mereka dan akhirnya pengharapan teruju kepada Yesus Kristus.

Alkitab banyak menyinggung Bait Ketiga sebanyak empat kali, mulai dari nubuat Daniel, tetapi setiap kali disebut, Bait ini selalu dikaitkan dengan antikristus. (Lihat Daniel 9:27; Matius 24:15-21; 2 Tesalonika 2:4; Wahyu 11:1-3).

Sebagaimana kronologis yang telah dibahas sebelumnya, HARUS ada pengangkatan gereja (orang percaya) terlebih dahulu (2 Tes. 2:3-4), barulah antikristus akan muncul yaitu di masa kesusahan besar (tribulasi) dunia selama 7 tahun, mendamaikan dunia (termasuk Israel) dengan damai yang ‘semu’ (Dan. 9:27). Terjadilah pembangunan bait suci ketiga Yahudi, tetapi kemudian ia akan “mengkhianati bangsa Yahudi dengan “menajiskan” bait Allah dan menuntut diri disembah (Dan. 11:31, 12:11; 2 Tes. 2:3-4; Mat. 24:14-15).

Israel merasa tertipu dan akhirnya mengalami penganiayaan dunia sampai terjadi pada akhir masa 7 tahun tribulasi barulah mereka akan mengakui Yesus Kristus sebagai Juruselamat mereka (Yes. 12:2; Luk. 13:34-35).

Fakta 4: Dilansir dari Sputniknews, 12 November 2018, ajaran eskatologis Yahudi menyatakan bahwa Bait Suci akan muncul dari tanah untuk ketiga kalinya ketika Armageddon atau ramalan tentang hari akhir mendekat.

Komunitas rabi Yahudi yang dikenal dengan nama Sanhedrin, menulis surat kepada dua calon wali kota Yerusalem, meminta untuk akhirnya membangun kembali kuil, setelah dua Kuil Suci pertama dibangun di Temple Mount Yerusalem yang berabad-abad silam dihancurkan oleh orang Babilonia dan kemudian oleh orang Romawi.

Sementara itu, menurut Irvin Baxter dari Endtime Ministries, menyebut Bait Suci ketiga akan dibangun kembali dalam tujuh tahun terakhir dari keberadaan dunia, dan dalam tiga tahun pertama dari akhir zaman, menjadi sebagai tanda yang paling terlihat dari hari kiamat.

“Karena fondasi itu diletakkan di Bukit Bait Suci, setiap jaringan di Bumi akan menyiarkan peristiwa luar biasa ini,” kata Baxter.

Fakta 5: Uri Ariel menjadi menteri pemerintah Israel kedua dalam setahun ini yang menyerukan pembangunan Bait Ketiga. Berbicara dalam sebuah konferensi arkeologi dekat situs kuno Silo, di mana Kemah Pertemuan berdiri pada zaman Samuel, Ariel mengatakan, “Kita telah membangun banyak sekali bait-bait yang kecil-kecil (maksudnya sinagoge), tetapi kita perlu membangun sebuah Bait yang sejati di Bukit Bait” (“Minister Calls for Third Temple,”The Times of Israel, 5 Juli 2013).

Ariel, Menteri Perumahan dan Pembangunan Israel, adalah anggota partai Jewish Home. Pada tahun 2012, Zevulun Orlev, menteri dari partai Jewish Home lainnya, juga menyerukan pembangunan Bait Yahudi, walaupun dia mengakui bahwa menghilangkan Dome of the Rock dan Mesjid al-Aqsa sudah pasti akan menyebabkan “dunia Muslim yang berjumlah satu milyar manusia melancarkan perang dunia.”

Tanggapan Penulis:

SANGAT mungkin “Dome of Rock” dan masjid Al-Aqsa tidak akan dihancurkan karena telah secara resmi diangkat menjadi warisan dunia oleh UNESCO. Inilah mengapa nas kita dalam Wahyu 11:1-2 ini menuliskan ada “pelataran luar” seakan mengindikasikan itu adalah masjid al aqsa yang nantinya bersebelahan dengan bait suci untuk dipakai bangsa non yahudi dalam beribadah bersama ketika antikristus berhasil menyatukan dunia dalam politik, ekonomi dan juga agama (one world goverment, economic, and religion).

Fakta 6: Pada tanggal 14 Mei, Kedutaan AS secara resmi dibuka di Yerusalem, menggenapi pernyataan Presiden Donald Trump pada Desember 2017, yang mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel.

Acara pembukaan, yang dilaksanakan pada hari yang tepat 70 tahun setelah Presiden Harry Truman mengakui negara Israel yang baru pada tahun 1948, dihadiri oleh anak putri Trump, Ivanka, dan suaminya Jared Kushner, Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin, dan beberapa anggota Kongres AS. Ivanka berkata, “Mewakili presiden ke-45 Amerika Serikat, kami secara resmi menyambut kalian untuk pertama kalinya ke kedutaan Amerika Serika, di sini di Yerusalem, ibukota Israel.”

Melalui sebuah presentasi video, Presiden Trump mengatakan, “Israel adalah sebuah negara berdaulat yang memiliki hak-hak, seperti negara-negara berdaulat lainnya, untuk menentukan ibukotanya sendiri. Namun untuk banyak tahun kita telah gagal untuk mengakui hal yang sudah jelas, realita yang terang, bahwa ibukota Israel adalah Yerusalem.”

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu dalam sebuah cuplikan video mengatakan, “Betapa hari yang agung. Ingatlah momen ini. Ini adalah sejarah. Presiden Trump, dengan anda mengakui sejarah, anda telah membuat sejarah.”

Kedutaan tersebut saat ini sedang berlokasi di bangunan yang selama ini dipakai untuk pelayanan konsulat. Sebuah lapangan dekat kedutaan AS telah diberi nama Lapangan Amerika Serikat oleh Walikota Yerusalem, Nir Barkat. Dia mengatakan, “Ini caranya Yerusalem membalas kasih sang presiden dan rakyat Amerika Serikat yang berdiri bersama negara Israel. Presiden Trump memutuskan untuk mengakui Yerusalem sebagai ibukota negara Yahudi, berdiri pada sisi kebenaran sejarah, dan melakukan hal yang benar” (“Square Near U.S. Embassy,” The Jerusalem Post, 10 Mei 2018).

Fakta 7: Dalam tradisi Yahudi, pembangunan Bait Suci Ketiga diasosiasikan dengan kedatangan Mesias. Menurut Maimonides (Rambam), otoritas rabbinikal tertinggi, siapapun orang Yahudi yang memulai pembangunan Bait adalah potensi Mesias.

Shimon ben Kosiba dianggap Mesias pada abad kedua Masehi ketika dia memimpin pemberontakan untuk menguasai Yerusalem kembali dan membangun ulang Bait. Dia dijuluki Bar Kokhba (“Anak Bintang”) didasarkan pada nubuatan Mesianik di Bilangan 24:17, dan sebuah koin dibuat yang menggambarkan Bait dengan tabut perjanjian di dalamnya dan bintang Mesias di atapnya.

Tanggapan Penulis:

Melalui tradisi ini, mudah untuk melihat bagaimana nantinya Antikristus akan dianggap sebagai Mesias karena berhasil menyatukan/mendamaikan dunia dan mendirikan bait suci berdampingan dengan “pelataran luar” (masjid al-aqsa).

Sepertinya akan menjadi bagiannya antikristus, yang akan muncul sebagai seorang pembawa damai dan pemberi solusi bagi masalah besar dunia, untuk memungkinkan pembangunan bait ketiga.

Ketika saatnya ia menampakkan jati dirinya yang sebenarnya, ia akan duduk di bait tersebut dan menuntut dunia untuk menyembahnya.

“Janganlah kamu memberi dirimu disesatkan orang dengan cara yang bagaimanapun juga! Sebab sebelum Hari itu haruslah datang dahulu murtad dan haruslah dinyatakan dahulu manusia durhaka, yang harus binasa, 4 yaitu lawan yang meninggikan diri di atas segala yang disebut atau yang disembah sebagai Allah. Bahkan ia duduk di Bait Allah dan mau menyatakan diri sebagai Allah” (2 Tes. 2:3-4).

Fakta 8: Pada tanggal 10 Desember, malam terakhir Hanukkah, ‘cikal bakal’ majelis Sanhedrin Yahudi BERENCANA untuk menguduskan sebuah mezbah pengorbanan dari batu dan melaksanakan korban harian yang terjadi setiap pagi dan setiap sore di Bait Allah zaman dulu.

Korban itu akan dilakukan oleh para Kohanim [imam Lewi], yang didandani sesuai dengan pakaian imam dalam Alkitab. Tidak diketahui apakah domba akan benar-benar disembelih di tempat itu, tetapi yang jelas dagingnya akan dibakar di atas mezbah.

‘Menorah emas’ milik Temple Institute juga akan dinyalakan. Sanhedrin adalah majelis kumpulan rabbi yang pernah memimpin bangsa Israel sebelum dan sesudah kehancuran Bait Herodes.

Sanhedrin ini bubar pada abad kelima Masehi, tetapi pada tahun 2004, sekelompok orang Yahudi ortodoks mengumumkan bahwa mereka sedang mendirikannya kembali. Tujuan dari ‘cikal’ Sanhedrin ini adalah untuk mendirikan “suatu organisasi berbasiskan Alkitab untuk mengantikan PBB.”

Pengumuman oleh Rabbi Yoel Schartz menyatakan, “Kami kini SANGAT DEKAT dengan waktu yang dinubuatkan oleh nabi-nabi Israel bahwa Allah dunia ini yang menciptakan segala sesuatu akan dipanggil oleh dunia ini dengan nama Allah Israel, karena hanya umat Israel yang masih terhubung kepadaNya. … Panggilan Allah untuk mengembalikan umatNya ke tanahNya akan menunjukkan bahwa keyakinan sebagian bangsa-bangsa bahwa Israel berada dalam pembuangan sebagai suatu hukuman adalah keyakinan yang salah. Pembuangan hanyalah agar Israel dapat menjadi contoh bagi bangsa-bangsa untuk melayani Allah.

Sekarang adalah waktunya bagi umat sang Pencipta untuk kembali ke tanah mereka, dan dari sini terang akan terpancar ke dunia. Dan ketika kita sudah pantas untuk itu, Bait akan dibangun dan didirikan kembali di tempatnya, dan lebih lagi semua bangsa-bangsa akan menyadari bahwa waktunya telah tiba untuk menyembah Allah” (Sumber: “Sanhedrin Invites 70 Nations to Hanukkah Dedication of Altar for the Third Temple,” BreakingIsraelNews, 29 Nov. 2018).

Tanggapan Penulis:

Yahudi modern (saat ini) banyak mengutip ayat Alkitab untuk kepentingan mereka. Mereka masih tinggal dalam kebenaran-diri-sendiri yang telah dan masih membuat baik nenek moyang mereka maupun diri mereka sendiri menolak Mesias (Kristus) mereka 2000 tahun yang lalu hingga kini.

Mereka ingin kembali “meniru” model persembahan korban di Perjanjian Lama. Mereka “LUPA” bahwa praktik ibadah simbolik itu Allah perintahkan kepada umat di P.L. adalah sebagai pengingat akan Sang Domba Korban yang sebenarnya yaitu Tuhan Yesus Kristus (Yoh. 1:29; Ibr. 10:1-4).

Fakta 9: Lahirnya lembu betina merah di israel.

Sebuah organisasi bernama  Temple Institute di Yerusalem mengumumkan melalui akun Youtube mereka bahwa seekor anak lembu betina lahir dan telah menjalani pemeriksaan dan menurut laman The Sun telah dinyatakan “tanpa cacat”. Lembu ini lahir pada 28 Agustus 2018 lalu.

Dengan adanya lembu merah ini, menurut  Temple Institute maka menjadi tanda bahwa Israel siap untuk pembangunan bait Allah yang ketiga seperti yang sudah di nubuatkan di kalangan orang Yahudi. Karena lembu betina merah yang sempurna itu akan digunakan untuk korban dalam prosesi penyucian pada waktu pembangunan bait Allah yang ketiga tersebut.

“Lembu ini sekarang adalah kandidat yang layak dan akan terus diperiksa (untuk melihat) apakah memiliki kualifikasi yang diperlukan untuk lembu merah,” demikian pernyataan resmi dari institut tersebut.

Pembangunan bait suci yang ketiga sendiri dipercaya oleh orang Israel harus dilakukan untuk mempersiapkan jalan bagi datangnya Sang Mesias.

“Jika belum ada lembu merah selama 2000 tahun ini, mungkin itu karena waktunya belum tepat,” demikian ungkap Rabi Chaim Richman, direktur international dari Temple Instute.

“Tetapi sekarang apakah ini artinya di waktu kita hidup ini waktu untuk penyucian itu sudah sangat dekat? Dengan mengingat perkataan dari (filosofer Yahudi) Maimonides, kita tidak bisa tidak berpikir dan berdoa: Jika sekarang ada lembu merahnya, apakah di era kita hal ini dibutuhkan,” demikian tambahnya.

Sebelumnya, sapi merah juga telah lahir beberapa kali namun tidak memenuhi apa yang dituliskan dalam Alkitab. Seperti di tahun 1999 anak sapi yang lahir ternyata berjenis kelamin jantan, sementara di tahun 2002 anak sapi yang lahir tidak sepenuhnya berwarna merah karena memilikisatu patch rambut putih.

Rabbi Chain Richman, direktur The Temple Institute percaya waktunya telah tiba untuk membangun Bait Suci Ketiga setelah kelahiran heifer (sapi) merah ini.

Tanggapan Penulis:

Alkitab menyatakan bahwa lembu betina merah dibutuhkan untuk proses pentahiran:

Bilangan 19:1-4 (TB)  TUHAN berfirman kepada Musa dan Harun:
“Inilah ketetapan hukum yang diperintahkan TUHAN dengan berfirman: Katakanlah kepada orang Israel, supaya mereka membawa kepadamu seekor lembu BETINA MERAH yang tidak bercela, yang tidak ada cacatnya dan yang belum pernah kena kuk.
Dan haruslah kamu memberikannya kepada imam Eleazar, maka lembu itu harus dibawa ke luar tempat perkemahan, lalu disembelih di depan imam.
Kemudian imam Eleazar harus mengambil dengan jarinya sedikit dari darah lembu itu, lalu haruslah ia memercikkan sedikit ke arah sebelah depan Kemah Pertemuan sampai tujuh kali.

Dengan kehadiran dan pelatihan para calon imam untuk bait suci dan lembu betina merah di Israel. Bila proses perkembangbiakkannya berjalan lancar maka artinya bait suci boleh segera dibangun. Wacana telah terbentuk, pihak-pihak terkait saling menyetujui, persyaratan lembu merah terpenuhi, para imam yang AKAN bertugas telah disiapkan.

Tinggal menunggu satu PIHAK (yakni sosok pemimpin ulung) yaitu antikristus untuk mendamaikan israel dengan palestina (islam) agar mengizinkan bait Allah berdiri berdampingan dengan masjid al-aqsa agar semua pihak dapat bersama-sama “beribadah” dalam satu wadah dan akhirnya satu kepercayaan.

4]. Penutup

Akhirnya, pembaca yang budiman, apa yang dinyatakan oleh Alkitab, satu-satunya firman Allah segera akan tergenapi. Bait suci KETIGA segera akan dibangun. Itu artinya Kedatangan Tuhan Yang KEDUA, yaitu fase PENGANGKATAN lebih segera lagi, yaitu 7 tahun lebih cepat.

Sungguhkah saudara akan IKUT TERANGKAT bersama penulis ketika kelak Sangkakala berbunyi dan Tuhan turun dan kita menyongsong Dia di awan?

Siapkah saudara menyambut kedatangan-Nya?

Rindukah saudara Tuhan akan segera datang atau justru takut dan bimbang serta tidak siap?

Mantap dan yakinkah saudara dengan iman saudara saat ini? Mantapkah saudara bahwa saudara telah berada dalam JEMAAT ALLAH / Tiang Penopang yang benar, artinya yang Alkitabiah (1 Tim. 3:15)? Jika belum mari buat yakin hari ini selagi masih dikatakan “hari ini” (Ibr. 3:7, 13).

Sebagai bahan masukkan kepada pembaca sekalian, bila saudara belum pernah membaca artikel penulis sebelumnya yang berjudul “Asas-asas Pokok Penyataan Allah”, maka pembaca bisa mendapatkannya. Untuk semakin memantapkan iman saudara akan Keselamatan, Alkitab dan Gereja/Jemaat yang benar (Alkitabiah).

Penulis saat ini dan akan selalu menyebut “MARANATA” yang artinya: Tuhan, datanglah segera!

Karena melihat situasi dunia saat ini, membuat penulis bahagia dan semakin rindu Tuhan segera datang menjemput penulis untuk bersama-Nya.

Bagaimana dengan saudara?

Tuhan kiranya memimpin dan memberkati kita sekalian, TUHAN DATANGLAH SEGERA (maranata)!

Iklan

Diterbitkan oleh smirnaministry

Smirna Independent Biblical Baptist Church We Have Been in Semarang City Since 2018.

Tinggalkan komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web Anda di WordPress.com
Memulai
%d blogger menyukai ini: